Minggu, 28 Februari 2016

Perpisahan Mengajariku Arti Pertemuan

Huuuuuuuffffttt ...
Hela nafasku kian panjang kali ini, rasa yang tadinya berdentum kenyang kini mulai redup menghilang.

Untuk ke sekian kalinya (sudah ketiga kali), aku harus memendam semua perasaan yang selalu kusimpan demi lelaki yang aku kagumi sedari dulu.

Entah mengapa seperti semua sudah diatur oleh yang Maha Kuasa setiap ketetapan yang aku jalani kali ini.

Aku selalu bertanya Mengapa ? Tapi aku lupa untuk bertanya pada diriku Kapan ?

Dulu beberapa tahun yang lalu, sekitar 3tahun yang lalu. Aku sempat mengenal laki laki yang gagah, tampan, dan pekerja keras. Bukan bukan itu yang aku kagumi. Tapi karna laki laki itu sangat paham dan mengerti mengenai Agama.

Iyaa, aku dari dulu memang menyukai dan mengagumi laki laki yang berkelebihan dibidang Agamanya. Meskipun aku tak sebaik baiknya dihadapan oranglain dan Allah swt.

Perkenalan yang singkat, hanya 1tahun saja kita berkenalan. Kemudian laki laki itu ingin segera menikah dan membina rumah tangga. Karna statusku yang masih mahasiswa, aku mundur tak mengelak untuk membiarkannya memilih wanita lain.

Singkat cerita, ia akhirnya menikah dengan wanita yang tak jauh pandai Agamanya seperti dirinya. Sungguh beruntungnya wanita itu.

Lalu lanjut perkenalan kedua ku dengan seorang laki laki asal Cirebon. Kita kenal memang karna kita berteman dekat, aku banyak sharing tentang apapun terhadapnya. Bahkan karna sharing itu banyak pemikiran pemikiran yang aku rasa tidak mungkin dibukakan olehnya.

Tapi aku hanya bisa mengagumi nya saja, karna meskipun ia tampan, pinter. Lagi lagi aku hanya bisa memendam perasaan jauh jauh dalam lubuk hati. Perasaan kagum yang hanya hinggap dihati.

Singkat cerita lalu ia menikah dengan wanita pilihannya, lagi lagi aku harus kehilangan laki laki temen berbagi sharing agama dengannya. Mana mungkin aku bisa curhat, sementara ia sudah berstatus suami orang. Bisa dianggap perusak rumah tangga orang aku nanti (logat agak batak2) haha

Selanjutnya perkenalan ku yang ketiga. Laki laki ini adalah orang sekampung halaman ku. Tidak juga sih, karna aku kan tinggal di bekasi hehe.
Kami sudah kenal saat beberapa tahun yang lalu, namun hanya sebulan saja kami berkenalan tiba tiba ia seperti hilang tertelan bumi. (Serem sih ya ketelen bumi haha)

Usut punya usut ternyata dia punya pacar saat itu. Entahlah berapa lama mereka berpacaran. Aku pun sempat dilabrak karena deket dengannya. Padahal jalan bareng saja tak pernah, tapi udah dilabrak saja aku.

Nah beberapa tahun kemudian, akhir akhir ini sih. Eh beberapa minggu yang lalu. Kami dekat, tapi gak deket banget juga. Cuman kami sering banget sharing soal agama.
Entah dia yang bertanya, entah pula aku yang bertanya. Pokoknya kita banyak soal tukar pikiran.

Nah dia juga orang yang memperkenalkan ku pada sebuah lembaga gerakan ODOJ (one day one juz), pasti kalian sering denger kalimat itu kan? Iyaa, aku diperkenalkan oleh dia untuk bisa ikut mengaji sehari satu juz. Awalnya aku gak ngerti, bingung. Kemudian diberikan arahan sama dia, odoj itu seperti apaa.

Satu bulan yang lalu pun, aku hampir 14hari bisa melaksanakan solat Malam. (Bukannya sombong ya) itu juga karna arahan dan bimbingannya. Nah disitu lah letak ke kaguman ku sama seorang pria.

Jarang banget kan lelaki jaman sekarang yang masih mau susah payah ngebimbing oranglain buat istiqomah bareng bareng. Surga berasa dekat banget sama calon lelaki soleh begitu hihiiihii...

Dari pertama kenal, aku memang telah mengaguminya. Lagi lagi karna ia mempunyai kelebihan dibidang Agama. Iyaaa, entah mengapa aku selalu menyukai laki laki yang berkelebihan Agama. Selain ia bisa mengajariku kelak, aku merasa nyaman ketika sharing dan bertukar pikiran.

Dan untuk ketiga kalinya, ia pun akan menikah kembali dengan taaruf an nya. Wanita yang dipilih nya itu.

Huuuuuuuuuffffffffffftttt
Ketika aku kehilangan satu orang, lalu Allah memberi ganti yang lain. Kemudian aku kehilangan kembali, dan Allah mengantinya kembali. Begitu seterusnya.

Rahasia hidup memang tak seindah yang kubayangkan. Hanya Ikhlas adalah tombak utama untuk tetap menjalani kehidupan.
La tahzan innallaha Ma'ana...

"Aku cemburu pada bidadari surga, karna ia diciptakan untuk para lelaki shalih. Sedangkan aku harus memperbaiki diri agar ia cemburu padaku".

Salam
Lia.

3 komentar:

Mantep cerita nya saya jd pengen taaruf

Mantep cerita nya saya jd pengen taaruf

Terimakasih atas komentar Anda, semoga bermanfaat dan terinspirasi untuk selalu menjadi pribadi yang lebih baik. Tetap istiqomah dijalanNya. Amin amin.

Salam.

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More