Jumat, 15 Januari 2016

KAMU

Matahari tlah terbenam, bersama semua cerita hari ini.
Banyak kata yang hanya mampu terbeku
Meski mata terus menatap.
Lantunan rasa mulai menjuntai ke langit-langit.
Begitu banyak cerita yang hanya bisa menjadi rahasia.
Suara itu merdu, sangat merdu.
Seperti sebuah alunan bait yang tak terputuskan.
Terdenger lantang namun tak membuat luka.
Semakin dalam terdengar, semakin hanyut aku dalam rasa terdalam.
Hening.. kini mulai hening
Lantunan kata itu tlah berhenti
Betapa terkejutnya jiwaku, kini ia menatapku
Tatapan itu seakan mencengkram pandanganku
Langkahnya pun menuju tempatku berdiri
Aku terdiam, menatapnya pilu.
Gemuruh hatiku mulai beradu, mengajakku ingin sekali berlari.
Huuufffff... hela nafasku mulai teratur
Lalu ia melewatiku, sambil menebar senyum.
Kamu, yang kini hanya bisa kulihat dari kejauhan
Kamu, yang kini hanya bisa kuuntarakan dalam sebuah kata
Kamu, yang kini selalu menjadi bagian doaku
Kamu, yang kini hanya bisa kukagumi
Bukan baitan kata puitis yang membuatku terpukau
Bukan barisan kata pujaan yang membuatku terpana
Namun.. lantunan ayat suci yang kau lantunkan
Membuat hatiku teriris
Membuat jiwaku beku
Membuat nadiku terhenti
MasyaAllah... betapa terlihat jelas surga didepanku
Namun hanya kupandangi dalam tatapan.
Indahnya suaramu menjejukan hati.

-Karna yang ganteng berdurasi, tapi yang membaca Al-qur'an yang dapat menyejukan hati-

NAH👏

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More